Selasa, 19 Mei 2009

Merencanakan Keuangan Anda

Merencanakan Keuangan Anda

Anda tentunya tahu bahwa setiap manusia memiliki kebutuhan. Kebutuhan orang dewasa akan selalu bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Dari kebutuhan untuk menikah, membeli rumah, kendaraan pribadi, memiliki dan membesarkan anak, sampai menikmati masa pensiunnya dengan bahagia.
Namun, untuk dapat memenuhi semua kebutuhan itu, tentunya dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Sebagai contoh, mungkin Anda tau jika saat ini harga rumah di pinggir kota Jakarta dengan luas 96 m2 saja, sudah mencapai 200-300 juta rupiah. Belum lagi memikirkan biaya sekolah anak yang semakin lama semakin mencekik kantong. Saat ini saja, uang pangkal sebuah SMP swasta sudah mencapai puluhan juta rupiah, bayangkan uang sebesar itu hanya untuk pendidikan selama tiga tahun.
Keadaan ini tentunya menimbulkan pertanyaan bagi Anda, bagaimana saya bisa memenuhi semua kebutuhan itu? Jawabannya adalah dengan melakukan perencanaan keuangan sedini mungkin, dan bersenang-senanglah kemudian.

5 Langkah Untuk Bersenang-Senang Kemudian!
Perencanaan keuangan adalah suatu proses mengelola keuangan yang dilakukan dengan disiplin, untuk mencapai tujuan yang Anda inginkan. Untuk itu, ada 5 langkah yang Anda harus lakukan :
1. Periksa kondisi kesehatan keuangan Anda
Bukan hanya kesehatan tubuh Anda yang penting, tetapi kesehatan kondisi keuangan Anda pun tak bisa diabaikan. Sebenarnya, hal yang disebut belakangan ini harus menjadi prioritas pertama Anda sebelum menjaga kesehatan tubuh, karena menjaga kesehatan tubuh juga membutuhkan dana.Langkah pertama ini cukup mudah. Catat dengan baik semua pengeluaran Anda dalam satu bulan. Anda pasti akan takjub ketika melakukan hal ini, karena Anda akan melihat kemana saja uang Anda melayang selama ini.Selain itu, hitung seluruh kekayaan dan juga hutang-hutang yang Anda miliki. Lunasi semua hutang Anda - jika perlu dengan menjual kekayaan Anda - sebelum Anda berencana untuk memiliki sesuatu yang baru. Jika Anda sudah tidak memiliki hutang lagi, maka baru dapat dikatakan kondisi keuangan Anda sudah sehat wal afiat.Jangan takut jika Anda tidak memiliki simpanan setelah Anda membayar semua hutang, karena walaupun Anda tidak memiliki simpanan lagi, Anda akan melakukan sesuatu yang jauh lebih baik bagi Anda sendiri.

2. Bermimpilah!

Langkah kedua adalah merencanakan kebutuhan Anda. Langkah ini dilakukan dengan bermimpi. Ya, Anda tidak salah, bermimpi! Bertanyalah di dalam hati Anda, apa saja yang Anda inginkan dalam hidup ini. Rumah di Pondok Indah? Mobil Jaguar? Apartemen di kawasan bintang lima? Mengalahkan para socialite untuk memiliki jumlah sepatu, baju, dan tas bermerek? atau bahkan bulan madu ke Paris? Nah, jika sudah, bangunlah dari mimpi Anda untuk melihat realita apakah seluruh mimpi Anda sudah sesuai dengan kondisi kekayaan dan pendapatan Anda? Jika belum, kembalilah bermimpi. Namun, kali dengan mimpi yang lebih realistis. Jangan lupa prioritaskan hal mana yang ingin Anda dapatkan terlebih dulu.Satu hal yang harus diingat, selain hal-hal yang menyenangkan tadi, masukkan di dalam prioritas Anda kebutuhan dana darurat. Dana darurat? Apalagi itu? Dana darurat adalah dana untuk keperluan yang munculnya tidak Anda duga, seperti biaya rawat inap di rumah sakit. Tentunya hal ini tidak diharapkan terjadi, tetapi tidak ada salahnya Anda berjaga-jaga seperti pribahasa "sedia payung sebelum hujan".

3. Kelompokkan kebutuhan keuangan Anda
Langkah ini masih mudah. Cukup kelompokan kebutuhan-kebutuhan Anda berdasarkan jangka waktunya. Jangka waktu sendiri dibagi 3, yaitu jangka pendek untuk kebutuhan antara 1-3 tahun, jangka menengah untuk kebutuhan antara 3-5 tahun, dan jangka panjang untuk kebutuhan lebih dari 5 tahun.Berikut ini adalah contoh pengelompokan kebutuhan Anda :
Jangka Waktu Tujuan Keuangan
Jangka Pendek Anda ingin memiliki dana darurat
Jangka Menengah Anda ingin membayar uang muka rumah
Jangka Panjang Anda ingin mempersiapkan dana pensiun

4. Kenali jenis investasi yang cocok dengan kebutuhan Anda
Langkah ini cukup sulit untuk dilakukan, karena bagi sebagian dari Anda, hal ini merupakan hal yang baru. Anda dapat mempelajarinya dengan bantuan saudara atau teman Anda yang telah merencanakan keuangan dengan baik, menyewa konsultan perencana keuangan, atau Anda dapat mempelajarinya sendiri di situs ini, pada bagian Jenis Investasi. Setelah Anda mengerti manfaat dari masing-masing jenis investasi, pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan keuangan Anda.

5. Disiplin itu pelita hati!

Semua langkah-langkah yang Anda terapkan akan sia-sia jika Anda tidak melakukannya dengan disiplin dan memiliki komitmen tinggi. Kedua hal penting itu akan membuat segalanya berjalan dengan lancar. Anda ingin berbulan madu di Paris dan menikmati jaguar Anda, bukan? Bersabarlah! Makin Anda mendisiplinkan diri dan mempertahankan komitmen, maka mimpi Anda itu makin cepat menjadi kenyataan.


Mulailah Merencanakan Keuangan Anda Sedini Mungkin
Semakin cepat Anda melakukan perencanaan keuangan Anda dan mulai berinvestasi, maka semakin kecil dana yang dibutuhkan. Hal ini tentunya akan menguntungkan Anda karena semakin banyak kebutuhan yang dapat Anda rencanakan. Sebagai contoh, kami memberikan ilustrasi perencanaan keuangan untuk mendapatkan dana pendidikan anak Anda di bawah ini.
Anda mempunyai seorang anak, dan Anda berencana untuk menyekolahkannya ke luar negeri untuk mengambil S1, dimana pada saat itu usia anak Anda adalah 18 tahun. Anda memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kuliahnya adalah sebesar 1 miliar rupiah. Jika Anda mendepositokan uang Anda untuk mendapatkan dana sebesar 1 miliar itu, dengan asumsi bunga deposito sebesar 6% per tahun (tidak termasuk pajak), maka didapatkan ilustrasi sebagai berikut:

umur anak; jangka waktu menabung; besarnya dana yang harus disisihkan;
(tahun) (tahun)
3; 15; Rp. 3.741.270
8; 10; Rp. 6.439.885
13; 5; Rp. 14.704.567

Oleh sebab itu, mulailah merencanakan keuangan Anda dan mulailah berinvestasi dari sekarang!

Jumat, 15 Mei 2009

Kredit Tanpa Agunan dan Ilusi Bunga Flat

Kredit Tanpa Agunan dan Ilusi Bunga Flat
dari JanganSerakah.com


Pernahkah teman-teman mengalami hal seperti ini? Anda sedang bekerja/ngopi/makan siang/nyetir, ketika tiba-tiba……

(ring…ring…handphone berbunyi… nomor tidak dikenal)
“Hallo?”
“Selamat siang pak. Nama saya X dari Bank Y. Saya menelpon untuk menginformasikan kepada bapak bahwa bapak telah terpilih untuk mendapatkan fasilitas kredit tanpa agunan sebesar 50 juta dari bank kami. Uang ini nanti bebas bapak pakai untuk…….”

Saya yakin kejadian di atas sudah pernah dialami oleh kebanyakan pembaca blog ini. Beberapa tahun terakhir, berbagai institusi perbankan begitu gencarnya menawarkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) kepada masyarakat. Saking gencarnya, hingga dalam satu bulan, saya bisa menerima telpon seperti di atas dua atau tiga kali.
Menulis post tentang KTA ini, saya jadi teringat akan suatu kejadian di bulan Oktober tahun lalu ketika saya diberikan sebuah “PR” oleh orang tua saya. Saya diminta untuk membantu mengurus penyelesaian hutang bank salah satu karyawan kami. Jumlah hutang karyawan itu kepada berbagai bank mencapai lebih dari Rp 40 juta, terdiri dari hutang KTA dan kartu kredit. Dengan gaji pokoknya yang hanya Rp 1,2 juta per bulan tentunya situasi karyawan tersebut bagaikan sebuah mimpi buruk, terlebih mengingat kondisi karyawan tersebut yang sudah ada tanggungan (istri dan 1 anak)
—–oOo—–
Akhir-akhir ini, fasilitas KTA bagi banyak orang menjadi “jalan keluar” untuk memenuhi kebutuhan belanjanya, entah apakah itu utk belanja konsumsi ataupun belanja usaha. ‘Getolnya’ bank-bank dalam menawarkan KTA ditambah dengan meluasnya sifat konsumerisme serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang instrumen hutang membuat saya agak mengkhawatirkan ekses negatif yang mungkin timbul di masa depan.
Di dunia “perhutangan”, KTA termasuk ke dalam kategori unsecured debt (lawannya adalah secured debt). Dalam unsecured debt, hutang yang diberikan tidak “terkait” dengan barang jaminan apapun, sehingga tentunya resiko yang ditanggung oleh si pemberi hutang lebih besar.
Seperti kita tahu, dalam investasi berlaku hukum “resiko sebanding dengan prospek keuntungan”, dan tentunya KTA juga tidak luput dari hukum ini. Karena resiko yang ditanggung oleh pemberi hutang lebih tinggi, orang-orang yang menggunakan KTA pun harus “membayar lebih mahal” dalam bentuk bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan hutang tipe “secured debt” (dimana kita harus memberikan barang jaminan kepada bank).
Beban bunga yang lebih tinggi (dan bisa sangat mencekik ini) yang menjadi alasan mengapa pada umumnya Financial Planner selalu menyarankan untuk sebisa mungkin menghindari “unsecured debt” seperti KTA.
—–oOo—–

Salah satu hal yang membuat banyak orang tertarik untuk mengambil KTA adalah Ilusi bunga Flat. Satu hal yang saya sayangkan adalah masih banyak orang yang belum memahami apa itu bunga flat, sehingga saya kerap mendengar kalimat seperti “Ambil KTA aja, bunganya cuma 2% sebulan“. Sistem bunga Flat yang umumnya dipakai untuk KTA, memang menimbulkan ilusi bahwa bunga yang kita bayar tidak terlalu mahal, padahal kenyataannya tidak demikian.
Dalam sistem bunga Flat, bunga yang kita bayar diperhitungkan atas nilai awal hutang kita. Misalkan kita berhutang Rp 10 juta, maka besarnya bunga yang kita bayar itu selalu dihitung berdasarkan angka 10 juta ini, bahkan jika kita sudah mencicil sebagian dari 10 juta itu. Ini berbeda dengan sistem bunga “normal” (efektif) di mana besarnya bunga yang harus kita bayar itu dihitung berdasarkan kepada sisa hutang kita. Jika kita berhutang Rp 10 juta, tetapi sudah kita cicil Rp 1 juta, maka bunga yang kita bayar hanyalah bunga atas Rp 9 juta.
Perbedaan di atas menimbulkan selisih yang besar antara bunga flat dan bunga efektif. Sebagai contoh, jika kita mengambil KTA tempo 1 tahun dengan bunga “cuma” 2%/bulan (24%/thn), bunga efektif yang harus kita bayar sebenarnya adalah sebesar kurang lebih 42%. Dengan tingkat bunga seperti ini, tidaklah mengherankan jika institusi perbankan begitu bernafsu meminjamkan uangnya kepada kita dalam bentuk produk KTA ini (bandingkan dengan bunga deposito yang kita terima jika kita “meminjamkan” uang kita kepada bank).
—–oOo—–
Setiap kali kita ditawarkan hutang (untuk apapun juga) dengan sistem bunga flat, ada baiknya jika kita menghitung berapa sebenarnya bunga efektif yang kita bayar. Secara kasar, biasanya jika suku bunga flat diubah menjadi suku bunga efektif, maka besarnya kira kira akan menjadi hampir 2 kali lipat (lihat kembali contoh di atas)
Untuk mengkonversi bunga flat menjadi bunga efektif dengan lebih tepat, untuk teman-teman yang “tidak ada waktu” untuk menghitung secara manual, bisa menggunakan berbagai kalkulator online seperti yang tersedia di sini.
Pertama-tama masukkan nilai pinjaman, suku bunga FLAT, tipe pinjaman (FLAT) serta lama pinjaman (dalam bulan). Misalkan saja kita masukkan nilai pinjaman 100 juta, suku bunga flat 8%/thn, serta lama pinjaman 24 bulan. Maka hasil yang diberikan oleh kalkulator itu adalah : Total Amount Repayable (jumlah total pembayaran) = 116 juta dan cicilan perbulan 4.833.333.
Selanjutnya untuk mengetahui berapa sebenarnya bunga efektif yang kita bayar, maka kita lakukan sekali lagi penghitungan. Nilai pinjaman tetap 100 juta, tipe pinjaman diganti ke Compound, lama pinjaman tetap 24 bulan. Karena kita justru sedang mencari tahu berapa tingkat suku bunga efektif, maka kita tidak mengetahui berapa suku bunga efektif yang harus dimasukkan. Untuk mencari besarnya suku bunga ini, kita akan memakai metode “trial and error” (meskipun “trial and error” tetapi tidak membutuhkan waktu lama).
Utk percobaan pertama, masukkan saja misalnya suku bunga compound=16% (dua kali lipat dari suku bunga flat). Hasil yang kita dapatkan : Total Amount Repayable = 117 juta+ dan cicilan bunga per bulan = 4.896.311. Angka ini lebih besar daripada angka 116 juta pada penghitungan suku bunga flat. Oleh karena itu, kita turunkan sedikit angka suku bunga compound itu, misalnya menjadi 15%. Hasil baru yang kita dapatkan akan menurun menjadi 116,367 juta. Kecilkan terus suku bunga compound hingga hasil yang kita dapat = 116 juta, yang akan didapat pada tingkat suku bunga compound 14,68%. Dengan demikian berarti bahwa suku bunga flat di atas (8% selama 24 bulan) adalah sama dengan bunga efektif sebesar 14,68%.

Selasa, 12 Mei 2009

Tangga Deposito

Seorang rekan bertanya, saya punya duit 5juta, daripada nganggur ditabungan enaknya ditaruh dimana yah?
aku balik nanya, kira2 mau dipakai lagi kapan? karena menentukan jenis investasi adalah dari return, resiko dan waktu.
kalo jangka panjang (diatas 5tahun), masukin ke Reksadana Indeks (DINAR), menurutku itu alternatif terbaik. returnnya lumayan, bisa 15 s/d 25% setahun.
kalo jangka menengah, 1 s/d 5 tahun, aku saranin ke Reksadana Obligasi. returnnya antara 7 s/d 12% per tahun.
kalo jangka pendek, 1 tahun atau kurang, masukin ke deposito, gampang khan?

terus kalo ada tambahan 5juta lagi, apa langsung ditambahin?

lebih baik buka baru, ini untuk mengantisipasi penarikan/pencairan deposito. dengan punya beberapa deposito dengan tgl jatuh tempo yang bervariasi, akan memudahkan kita saat pencairan.
kalo punya 1 deposito, mau apalagi, ngikut jatuh tempo. 30/1 = 30hari
kalo punya 2, bikin jarak jatuh temponya 30/2 = 15hari. misal yg satu tgl 5, kedua tgl 20.
kalo punya 3, 30/3 = 10 hari,
dan seterusnya.

Ok, enggak?

Jadi ini dinamakan Tangga Deposito, masing-masing anak tangganya berisi catatan tanggal jatuh tempo deposito.

salam,

Senin, 11 Mei 2009

Temen-temenku berangkat

Hari ini pak Jaenuri dan temen-temen mau berangkat ke Asahi, Jepang untuk waktu selama 6bulan.
Enggak bisa ngasih saku dan enggak tega "nodong" oleh, aku cuman bisa doain aja:

"Semoga Selamat sampai tujuan"

amiin.

Jumat, 08 Mei 2009

Back to Home

Akhirnya setelah berkelana ngeliat-liat blog orang, terutama keasyikan ngeliat blognya bung Nikken "Edison" JanganSerakah.com hari ini baru perhatian lagi ama blog sendiri.

lagi nyari ide, enaknya dikustomisasi apalagi ya blog ini?
dikasih foto, kurang sreg, wong aku sendiri enggak fotogenik...

apa udah cukup yach? kayaknya belon...

ada ide buatku? terimakasih bila sempet mengisi komen...

Jumat, 17 April 2009

"Nabung itu Rugi"

Ah yang bener? kenapa?

Bikin sensasi doang kali...

silahkan bereaksi sepuasnya. maksud tulisan saya adalah, kita mesti menghitung dengan cermat sebelum membuka rekening di bank.

berarti kita tidak perlu rekening di bank?

tergantung, kalo kita gajian pake transfer dan bukan cash, kita harus buka rekening (atau dibukain rekening ama personalia) di bank.

tapi kalo kita nerima duit cash, belanja cash, nabung dalam bentuk emas, atau tanah, berarti kita enggak perlu amat rekening di bank.

Kalo duit kita kurang dari 5 juta, dengan bunga 3% per tahun dipotong pph final 20% dari bunga dan biaya administrasi 10 ribu per bulan, maka hitungannya begini:

uang : Rp. 5.000.000,-
bunga per bulan : (Rp. 5.000.000,- x (3% /12) = Rp. 12.500 - (Rp. 12.500 x 20% = 2500) = Rp. 10.000,-
Biaya administrasi = Rp. 10.000,=

maka uang anda akan "sia-sia" dan hanya akan dijadikan modal bagi bank untuk diputar dengan dikreditin ke orang/persh dengan bunga 12 s/d 15 % pertahun. kalo anda orang yang baik hati dan tidak sombong, silahkan memberi bank uang nganggur anda, hehehe...

Terus, 5 juta ini diapain? taruh dibawah bantal?

yang paling "mudah" dan agak menguntungkan, taruh di deposito. Anda tinggal ke bank, bawa materai 6.ooo, buka deposito, isi diformulir pembukaannya, jangka waktu 1 bulan, perpanjang otomatis (Automated Roll Over/ARO), Bunga/bagi hasil masuk ke pokok, dan setor uang anda di cashier, dan tinggal tunggu sertifikat depositonya.

dengan bunga/bagi hasil 6% dipotong PPh final 20%, maka hitungannya:

dana : Rp. 5.000.000,-

bunga/bagi hasil : Rp.5.000.000,- x (6 %/12) = Rp. 25.000 - (25.000,- x 20% = 5.000,-) = Rp. 20.000,-

administrasi = Rp. 0,- (hanya materai Rp. 6000 saat pembukaan dan 6000 saat pencairan.

Ada alternatif laen?

Ada, banyak lagi, beli ORI, SUKUK Retail, Emas koin/batangan, Reksadana, de el el...

Jadi?

Dengan ilustrasi diatas, kita ambil kesimpulan, bahwa penempatan dana yang tepat akan membuat

"Uang bekerja untuk kita"


Kamis, 16 April 2009

Ruang ngobrol

Hari ini aku tambahin ruang ngobrol di sebelah kanan.
Idenya aku dapet dari iklan (ih, pasif banget yak..) di yahoo mail.
biar telat asal cepat dan selamat....

jadi sekarang kita bisa ngobrol di Ruang Ngobrol...

yup, tapi apa aku harus instal YM untuk ngaktifin pingbox ya? soale aku biasa chat dari Ymail terus, belon pernah dari YM, karena belon install.