Tampilkan postingan dengan label ngoceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ngoceh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Agustus 2011

3 Manfaat Merokok

3 Manfaat Merokok:

1. Awet Muda,
Banyak ahli rokok, eh ahli kesehatan, maupun yang sok ahli, bilang kalo merokok itu merugikan kesehatan. Jadi orang yang merokok bisa cepet mati terkena berbagai penyakit. Karena keburu mati, jadi perokok enggak pernah ngerasain tua, Jadilah awet muda...

2. Jadi Pemberani,
Ceritanya, seorang perokok tulen sedang dikejar anjing galak. dia gagah berani enggak kabur melarikan diri. Wuihh... orang-orang salut ama dia.
"berani banget lu, ngadepin anjing tadi"
"gimana lagi?, orang mau mau, lari nafas keburu habis..."

3. Rumah jadi aman...
Rumah perokok kebanyakan aman dari pencuri. Saat si pencuri mau masuk rumah, uhuk uhuk uhuk, si empunya rumah terbatuk-batuk. enggak jadi lah si pencuri masuk, takut ketahuan...

Jumat, 22 Juli 2011

Abunawas dan tuan Kadi

Abunawas dan Tuan Kadi

Sejak Kadi (pejabat pemerintah semacam hakim di jaman Harun ar Rasyid) yang baru dilantik, Abunawas belum pernah bertemu dengannya.
Dia agak segan aja mengingat Kadi yang baru itu masih ada hubungan keluarga dengan Amir (semacam gubernur) di wilayah itu.
Begitu ada urusan, terpaksalah Abunawas menemui Kadi tersebut.
Tapi Kadi ini rupanya malas-malasan mengurus urusan Abunawas dengan berbagai alasan.
Akhirnya Abunawas duduk dipojok ruangan sang Kadi.

Berikutnya ada saudagar kaya datang ke Tuan Kadi mengurus suatu keperluan. baru saja datang sudah disambut hangat, sang saudagar memberi sebuah guci berisi penuh madu kepada Tuan Kadi. Urusan pun lancar dan saudagar pulang.
Abunawas 'gondok' melihat kejadian ini dari pojok ruangan.

Pulang dari tempat Tuan Kadi, Abunawas mampir ke pasar, membeli sebotol besar madu dan guci.
Tiba di rumah, diisinya guci ini dengan tahi kuda yang masih lembek sampai kira-kira 2/3nya. baru atasnya diisi madu yang dibelinya tadi.

Keesokan harinya Abunawas kembali ke Tuan Kadi sambil membawa guci tersebut.
Baru saja sampai pintu, tuan kadi yang kemaren cuek ama Abunawas, berubah menjadi ramah dan mempersilahkan masuk, sehingga urusan kemaren yang tertunda menjadi lancar hari ini.
Kini tibalah Abunawas menyerahkan guci ini dengan hati-hati. Tuan Kadi membuka guci, dan karena masih kurang percaya sama Abunawas, dia mencolek dan mencicipi madunya.
"Hmmm, manis juga madumu, Abunawas" ujar Tuan Kadi.
"Begitulah, kadang-kadang yang manis didepan terasa pahit di belakang" sahut Abunawas.
---oOo---

moral of the story: duit enggak bener hanya bikin celaka.

Duit hasil korupsi, menipu dan yang enggak bener lainnya, mungkin terasa manis saat mendapatkannya, tak perlu kerja keras sudah dapat duit banyak.
Tapi, sebelum dihisab di akherat, balasan dari Sang Kuasa sudah dicicil dahulu di dunia: keluarga hancur, karir hancur, dan lain sebagainya. sedang sisa AzabNYA yang jauh lebih dasyat masih menanti entar di akherat, kalo tidak bertobat di dunia.
Astaghfirullohal 'Adziim.

Kamis, 14 Juli 2011

abunawas menghitung bintang

Abunawas ditanya orang usil,
"Hai Abunawas, kau kan orang bijak, pengetahuanmu luas, cobalah kau hitung bintang di langit"
"Oh, aku bisa" sahut Abunawas,
Orang itu heran, "bagaimana caranya, Abunawas?"
"Besok habis sholat Jum'at, insyaalloh aku kasih tahu"
Belum habis bengong, Abunawas udah ngeloyor pergi ninggalin orang itu.
Orang ini pun bergibah, bergosip ria ama temen-temennya ngomongin Abunawas dan tingkah lakunya.
Singkat cerita, berkumpullah orang-orang dihalaman masjid Baghdad sehabis sholat Jum'at.
Orang-orang pun menagih Abunawas,
"Abunawas, kapan kau menghitung bintang di langit?"
Abunawas mengeluarkan kulit kambing dari karung yang tadi dibawanya dan ditaruh dekat tempat sandal.
"Sebelum aku menghitung bintang di langit, aku ingin diantara kalian menghitung jumlah bulu di kulit kambing ini"
"Bagimana kami menghitungnya, Abunawas? kalau kau tak bisa menghitung bintang di langit, bilang saja tidak bisa, jangan cari alasan..." jawab orang-orang.
"Begitulah kita" sahut Abunawas,"kita sering menyuruh orang lain yang belum tentu orang tersebut mampu melakukannya".

moral of the story: Kalo jadi pimpinan, pastikan perintah kita bisa dilaksanakan, Kalo berjanji, hitung dulu kita mampu memenuhinya apa enggak.

Berulang kali kita lihat dan dengar, banyak pemimpi(n) (pemimpi yang bermimpi menjadi pemimpin, hehehe) mengobral janji agar dipilih menjadi pemimpin, terbukti tidak bisa memenuhi janjinya.
Sesudah jadi pemimpi(n), masih menyuruh anak buahnya ini dan itu tanpa menghitung bisa enggak dilaksanakan, tanpa menanyakan dulu ke bawahannya. dan kalo tidak terlaksana, jawaban sudah tersedia: "kan sudah saya suruh, tanyakan sama yang disuruh, dong..."
Astaghfirullohal 'Adziim.

Jumat, 08 Juli 2011

Abunawas membeli keledai

Abunawas Membeli Keledai

Abunawas bersama anaknya pergi ke pasar hewan di pinggiran kota Baghdad.
sesudah tawar menawar dan transaksi, mereka pulang membawa keledai yang baru dibeli tersebut.

Dalam perjalanan pulang, Abunawas dan anaknya berjalan sambil menuntun keledai tersebut. saat melewati sekelompok orang, Abunawas mendengar seseorang berkata:
"Lihat bapak anak itu, punya keledai cuman dituntun doang, buat apa beli?"

Akhirnya, Abunawas menyuruh anaknya naik keledai dan dia berjalan sambil menuntun keledai.

Lewatlah mereka didepan sekelompok orang lagi, dan mendengar perkataan:
"Lihat anak durhaka itu, dia enak-enak naik keledai, sementara bapaknya disuruh berjalan kaki, dasar anak sekarang..."
Abunawas pun tukar posisi dengan anaknya, dia naik keledai sementara anaknya berjalan menuntun binatang itu.

Didepan sekerumunan orang yang ketiga, ada juga yang berkomentar:
"Dasar orang tua tak tahu diri, anaknya disuruh nuntun keledai, dianya nongkrong diatas pelana..."
Akhirnya Abunawas dan anaknya naik berdua ke atas keledai...

Komentar keempat:
"Bapak ama anak sama-sama enggak tahu peri-kehewanan, masak keledai kecil begitu dinaiki berdua, astaghfirulloh...."

Abunawas pun bicara kepada anaknya:
"Nak, beginilah kalo kita hidup hanya mendengarkan dan menuruti omongan orang, ..."


moral of story: pencitraan hanya akan merusak segalanya.
Mengerjakan sesuatu hanya untuk dipuji orang, hanya untuk mengejar popularitas, mengejar polling, dan lain sebagainya tidak akan menghasilkan suatu apapun. dia akan populer sebentar dan "pop" seperti gelembung sabun, citra yang ada akan hilang tak berbekas...
Jika kita mengerjakan segala hal dengan niat "Lillahi ta'alla" demi mendapat ridho Sang Kuasa, kita tidak akan terpengaruh oleh populer atau tidaknya kita dipandangan orang.

ps: kangen ama pak JK yang berani anti populis demi kebaikan negara...

Kamis, 05 Mei 2011

pikiran sama

Saya kurang tahu istilah yang paling pas atau paling sesuai untuk hal ini.



Saya teringat cerita tentang seorang pendeta kristen di Perancis, yang sedang melewati daerah pedesaan penghasil anggur.

Didesa tersebut penduduknya terkenal pelit, hingga untuk mendirikan gereja kampung aja mereka tidak mau keluar duit, mendingan kalo pas hari besar kristen, mereka nebeng ke gereja di desa sebelah.

akhirnya pendeta punya ide untuk mengumpulkan warga desa.

Didepan warga pendeta berkata:

"warga yang saya hormati, berhubung didesa ini belum ada gereja untuk tempat ibadah kita, mari kita bergotong royong membuatnya. agar hemat biaya, untuk tenaganya kita kerjakan sendiri, sedang untuk membeli bahan bangunannya, saya mohon kepada warga agar mulai nanti malam, masing-masing membawa 1 botol anggur, lalu tuangkan ke tong didepan rumah pak kepala desa, besok pagi kita kumpul lagi disini untuk membuka tong anggur, menjualnya agar bisa membeli bahan bangunan untuk membangun gereja."

Warga pun membubarkan diri.

Ketika hari mulai gelap, satu persatu warga datang ke tempat tong didepan rumah pak kepala desa untuk melaksanakan pesan pendeta.

Pagi hari datang, dan warga pun berkumpul lagi untuk membuka tong anggur didepan rumah warga desa.

Setelah tong terbuka, betapa terkejutnya warga setelah tahu ternyata tong anggur tersebut berisi air, ya air minum, air biasa.

Ternyata setelah warga pulang dari pertemuan dengan pendeta, sampai rumah berpikir "ah, kalau anggur ini saya ganti dengan air minum kan enggak apa-apa, tidak ada yang tahu, tidak mencelakai orang, juga apa sih pengaruhnya 1 botol air dibanding dengan 1000 botol dari semua waga desa ini?"

Karena semua warga punya pikiran yang sama, jadilah 1000 botol air terkumpul di tong anggur.


Kadang-kadang kalo saya lagi pergi dinas ke Jakarta, waktu saya nebak "wah, sepertinya hari ini lalu lintas lancar nih, cuaca cerah, berangkat pagi, insyaalloh pasti lancar"

Ternyata, baru lewat bekasi barat saja, udah tersendat, entar macet lagi mulai cikunir sampai halim, nyambung ke interchange cange sampai rawamangun.

Di lain waktu, saya nebak "kayaknya macet nih, pagi-pagi udah hujan", tapi saya lanjut, dan ternyata, tol lancar, dalam kota lancar, bahkan lewat senen yang biasa macet, juga lancar.

Apa waktu saya nebak-nebak seperti diatas, orang-orang juga berpikiran yang sama? bisa jadi
 

Senin, 04 Januari 2010

Recehan

Mendengar berita tentang Koin Keadilan untuk Prita Mulyasari, dimana terakhir terkumpul sekitar Rp. 810juta, saya mengambil hikmah untuk saya sendiri.
walaupun saya tidak tahu, semuanya uang koin atau campuran, setidaknya kita bisa bayangin, ternyata uang Rp. 50,- Rp. 100, Rp. 200,- Rp. 500,0 atau Rp. 1.000,- (yang jarang ketemu) yang sering kalo kita ngelihat dijalan, mau ambil malu, kalo dikumpulin, ternyata banyak juga jadinya.

Jadi mulai sekarang, kalo punya koin dirumah, nemu dijalan, atau dapat kembalian, kita "uangkan" lagi koin-koin itu:
1. bawa saat belanja ke warung atau minimarket, sehingga kita bayar pakai uang pas sampai ke nilai ratusan rupiah.
2. masukin kotak amal musholla, agar entar kalo petugas mushola masukin ke bank, koin itu masuk ke sistem perbankan lagi.

demikian, kira2...

Kamis, 17 Desember 2009

Wife and Hooker

Seorang teman bercerita mengenai syariah.
Waktu ada agen asuransi syariah datang kerumahnya, dia bertanya tentang apa beda asuransi (atau ekonomi secara umum) syariah dengan yang ribawi(konvensional)?
Sang agen tidak langsung menjawab, tapi:
"Begini, pak. bapak kan udah berkeluarga?"
"Betul"
"Kalo begitu, saya tanya, apa bedanya kita berhubungan badan dengan istri ama dengan psk (ato WTS, tau dech istilahnya)?, dua-duanya prosesnya sama, rasanya sama, ya khan?"
"hehehe..."
"Tapi, kenapa kalo ama istri dihitung pahala, kalo ama psk dihitung Zina yang berdosa besar?"
"Iya, ya.."
"Bedanya di Akad, pak. adanya Akad nikah waktu bapak nikah ama istri bapak, demikian juga dengan asuransi dan ekonomi syariah secara umum, semuanya menggunakan akad yang jelas, agar kita terhindar dari dosa Riba, Judi dan lain-lainnya"

No Risk Investment

Jika ada yang bilang : "Investasi ini Bebas Resiko", maka ada dua kemungkinan:
1. Misleading, dia berusaha menyesatkan.
2. Fraud, percobaan penipuan.

Kita mempunyai 2 pilihan untuk menghadapinya:
1. Ditinggalin pergi aja...
2. Kita ketawain, huahahahahahaha....

Selasa, 28 Juli 2009

Kena writer block, kalii

Seperti roda yang berputar (gaya, neeh) semangat posting juga kadang diatas dan dibawah. tetangga bilang, kalo kita kena writer block, yaitu dimana kita mengalami kehabisan bensin (eh, ide maksudnya).
tak perhatikan, bukan tak gendong yaa, di blog orang-orang juga pada rehat.
kalo semua pada kena, apa berarti ini musimnya? atau jangan-jangan malah semacam wabah?
jangankan blog yang mengangkat tema khusus, blog pribadi yang acakadul kayak ini aja juga kehabisan ide.
jadinya karena menthok, terpaksa ide "kehabisan ide" ini jadi bahan postingan juga...

maaf, dech..

Rabu, 03 Juni 2009

Treadmill Test

Setelah terima hasil Medical Check Up (MCU) tahun 2009, saya berkonsultasi dengan dokter yang disediakan oleh vendor MCU tsb.
Beberapa hal yang disarankan dalam kesimpulan MCU saya tanyakan, diantaranya mengenai konsul ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (SpJP), jawabannya: saya tetep disarankan berkonsultasi meskipun tidak ada keluhan, istilahnya sedia payung sebelum hujan.
Berikutnya saya minta surat pengantar ke dokter spesialis jantung di RS Karya Medika II (Pertigaan Kompas) bareng ama kang Asmadi ama pak Didik. ternyata dokternya adalah dr. Ari Muharman, yang juga dokter yang menganalisa hasil EKG dari MCU. Beliau menerangkan bahwa hasil EKG itu tingkat akurasinya 50%, saya disarankan untuk tes treadmill di RS Global di Bekasi Barat, untuk mengetahui keabnormalan yang ditemukan di EKG itu bawaan lahir atau terjadi sesudah dewasa. keabnormalan yang ditemukan dalam EKG saya adalah Incomplete Right Bundle Branch Block (RBBB) yaitu berkurang atau tidak adanya hantaran listrik pada sebelah luar kanan jantung, yang disebabkan karena koroner atau penyumbatan pembuluh darah kapiler di tempat itu. ini terjadi bisa karena bawaan lahir atau didapat sesudah dewasa. kalau dari bawaan lahir berarti enggak masalah, anggap aja tubuh kita udah terbiasa dengan keadaan itu sejak lahir, kalau didapat sesudah dewasa baru masalah dan perlu terapi atau pengobatan.
Setelah selesai, kami dikasih resep ama surat rujukan tes treadmill ke RS Global.
Selanjutnya saya ama kang Asmadi ke personalia untuk menanyakan tes ini dicover oleh perusahaan enggak, alhamdulillah ternyata dicover, walaupun harus bayar sendiri dulu karena perusahaan belum ada kerjasama dengan RS Global.
Saya janjian ama kang Asmadi ikut tes Treadmill hari sabtu sore jam 5, sedang pak Didik tidak ikut, katanya mau tes sendiri ke Mitra Keluarga Bekasi Timur, karena disana bisa pake surat pengantar berobat, jadi enggak pake duit dulu.
Pada hari H tgl 30 Mei 2009, jam 15:20 saya keluar rumah, setelah nyamperin kang Asmadi di depan Karya Medika Kompas, kami langsung ke RS Global Bekasi Barat, nyampe sana jam 16:30.
Kami langsung ke pendaftaran pasien yg pintu masuknya dari belakang, mengisi formulir dan menunggu. Mbak petugas pendaftaran bilang dokternya rencana datang jam 17:30, "wah molor juga nih, tapi mungkin aja beliau lagi nolong pasien laen" begitu kami ngobrol-ngobrol, mendingan berpikir positif aja biar hati tenang.
Jam 17:30 kami dipanggil dan disuruh ganti baju treadmill ama pake sepatu yang disediakan oleh rumah sakit diruang loker. selesai ganti baju, kami masih menunggu dokter yang ternyata belum datang juga.
Adzan Maghrib terdengar di TV yang menyala di ruang tunggu. kami bilang ke perawat mau sholat dulu.
Habis sholat maghrib, saya dipasangin electrode dibadan, enggak sempet hitung ada berapa, kira-kira ada 10 ampe 12 electrode dan disambungin kable-kable yang terhubung ke kotak segede buku diary, terus kotak ini diikat ke pinggang biar enggak jatuh entar kalo dipake lari di treadmill. ditangan kanan juga dipasangi alat test tekanan darah elektronik yang ada sambungan kabelnya.
Kira-kira jam 18:20 dokter datang, katanya beliau habis nolong orang di ICU.
setelah kotak ama alat test tekanan darah di tangan disambung ke komputer, saya disuruh mulai tes.
Pertama kali kecepatan kayak orang jalan, di komputer grafik detak jantungnya mulai kelihatan, dan tekanan darah mulai naik dari 110 ke 120.
mbak perawat bilang kecepatan akan naik 1 menit lagi. Bener, kecepatan sekarang lebih cepat dari yang tadi, kira-kira sama kayak kita jalan agak cepet. darah mulai naik terus ke arah 140.
Perawat ngeprint grafik mulai dari sebelum tes, saat darah di 120, 140, 160, di peak test 179, recovery di 160, 140, 120 dan di normal 110.
kata perawat targetnya bukan waktu tapi tekanan darah di 180.
Lah, kali saya punya bakat darah rendah atau karena terlalu menenangkan diri, malah darah saya enggak naik-naik, udah 35 menit baru nyampek 83%.
begitu darah nyampek di 179, dokter nanya ada keluhan enggak, kayak nyeri atao gimana..
saya jawab "nafas saya habis..." hehehe.....
bener lho, nafas udah kesengal-sengal, dengkul lemes, keringet basah kuyup, ama perut rasanya pingin muntah...
Dokter bilang "cukup, mulai recovery", dan perawat mulai menurunkan kecepatan secara bertahap sampai menjadi kecepatan jalan kaki biasa.
Busyet, ternyata berat juga, saya rupanya under estimate ama tes ini, karena mengira sering latihan joging di hari minggu, bakalan lebih mudah...
saya istighfar menyadari kesombongan saya...
selesai tes dan ganti baju, kami di panggil dokter bareng.
saya sempat berpikir, kalo dipanggil bareng, berarti kemungkinan hasilnya sama, tapi sama-sama bagus atau tidak? jadi deg-degan juga.
Akhirnya dokter bilang kalau kami berdua divonis bawaan sejak lahir, alhamdulillah...
Kamipun pulang setelah terlebih dahulu membereskan administrasi (baca: bayar).
Legaa.. sekali rasanya, dan hilanglah kekhawatiran selama ini yang ngeganjel di hati.
Tak lupa saya harus mulai berniat menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, rokok sudah aku stop 4 bulan lalu, sebagai gantinya sekarang aku minum habbatus saudah pagi dan sore masing-masing 2 kapsul.
Kalo kita tahu kita sakit, jangan dicuekin tapi juga jangan terlalu takut. Biasa aja, sambil terus berikhtiar dengan sabar.
kalo kita terima sakit dengan sabar, insyaalloh akan jadi pengurang dosa-dosa kita.
Amiin.

Senin, 11 Mei 2009

Temen-temenku berangkat

Hari ini pak Jaenuri dan temen-temen mau berangkat ke Asahi, Jepang untuk waktu selama 6bulan.
Enggak bisa ngasih saku dan enggak tega "nodong" oleh, aku cuman bisa doain aja:

"Semoga Selamat sampai tujuan"

amiin.

Jumat, 08 Mei 2009

Back to Home

Akhirnya setelah berkelana ngeliat-liat blog orang, terutama keasyikan ngeliat blognya bung Nikken "Edison" JanganSerakah.com hari ini baru perhatian lagi ama blog sendiri.

lagi nyari ide, enaknya dikustomisasi apalagi ya blog ini?
dikasih foto, kurang sreg, wong aku sendiri enggak fotogenik...

apa udah cukup yach? kayaknya belon...

ada ide buatku? terimakasih bila sempet mengisi komen...