Selasa, 12 Mei 2009
Tangga Deposito
aku balik nanya, kira2 mau dipakai lagi kapan? karena menentukan jenis investasi adalah dari return, resiko dan waktu.
kalo jangka panjang (diatas 5tahun), masukin ke Reksadana Indeks (DINAR), menurutku itu alternatif terbaik. returnnya lumayan, bisa 15 s/d 25% setahun.
kalo jangka menengah, 1 s/d 5 tahun, aku saranin ke Reksadana Obligasi. returnnya antara 7 s/d 12% per tahun.
kalo jangka pendek, 1 tahun atau kurang, masukin ke deposito, gampang khan?
terus kalo ada tambahan 5juta lagi, apa langsung ditambahin?
lebih baik buka baru, ini untuk mengantisipasi penarikan/pencairan deposito. dengan punya beberapa deposito dengan tgl jatuh tempo yang bervariasi, akan memudahkan kita saat pencairan.
kalo punya 1 deposito, mau apalagi, ngikut jatuh tempo. 30/1 = 30hari
kalo punya 2, bikin jarak jatuh temponya 30/2 = 15hari. misal yg satu tgl 5, kedua tgl 20.
kalo punya 3, 30/3 = 10 hari,
dan seterusnya.
Ok, enggak?
Jadi ini dinamakan Tangga Deposito, masing-masing anak tangganya berisi catatan tanggal jatuh tempo deposito.
salam,
Senin, 11 Mei 2009
Temen-temenku berangkat
Enggak bisa ngasih saku dan enggak tega "nodong" oleh, aku cuman bisa doain aja:
amiin.
Jumat, 08 Mei 2009
Back to Home
lagi nyari ide, enaknya dikustomisasi apalagi ya blog ini?
dikasih foto, kurang sreg, wong aku sendiri enggak fotogenik...
apa udah cukup yach? kayaknya belon...
ada ide buatku? terimakasih bila sempet mengisi komen...
Jumat, 17 April 2009
"Nabung itu Rugi"
Bikin sensasi doang kali...
silahkan bereaksi sepuasnya. maksud tulisan saya adalah, kita mesti menghitung dengan cermat sebelum membuka rekening di bank.
berarti kita tidak perlu rekening di bank?
tergantung, kalo kita gajian pake transfer dan bukan cash, kita harus buka rekening (atau dibukain rekening ama personalia) di bank.
tapi kalo kita nerima duit cash, belanja cash, nabung dalam bentuk emas, atau tanah, berarti kita enggak perlu amat rekening di bank.
Kalo duit kita kurang dari 5 juta, dengan bunga 3% per tahun dipotong pph final 20% dari bunga dan biaya administrasi 10 ribu per bulan, maka hitungannya begini:
uang : Rp. 5.000.000,-
bunga per bulan : (Rp. 5.000.000,- x (3% /12) = Rp. 12.500 - (Rp. 12.500 x 20% = 2500) = Rp. 10.000,-
Biaya administrasi = Rp. 10.000,=
maka uang anda akan "sia-sia" dan hanya akan dijadikan modal bagi bank untuk diputar dengan dikreditin ke orang/persh dengan bunga 12 s/d 15 % pertahun. kalo anda orang yang baik hati dan tidak sombong, silahkan memberi bank uang nganggur anda, hehehe...
Terus, 5 juta ini diapain? taruh dibawah bantal?
yang paling "mudah" dan agak menguntungkan, taruh di deposito. Anda tinggal ke bank, bawa materai 6.ooo, buka deposito, isi diformulir pembukaannya, jangka waktu 1 bulan, perpanjang otomatis (Automated Roll Over/ARO), Bunga/bagi hasil masuk ke pokok, dan setor uang anda di cashier, dan tinggal tunggu sertifikat depositonya.
dengan bunga/bagi hasil 6% dipotong PPh final 20%, maka hitungannya:
dana : Rp. 5.000.000,-
bunga/bagi hasil : Rp.5.000.000,- x (6 %/12) = Rp. 25.000 - (25.000,- x 20% = 5.000,-) = Rp. 20.000,-
administrasi = Rp. 0,- (hanya materai Rp. 6000 saat pembukaan dan 6000 saat pencairan.
Ada alternatif laen?
Ada, banyak lagi, beli ORI, SUKUK Retail, Emas koin/batangan, Reksadana, de el el...
Jadi?
Dengan ilustrasi diatas, kita ambil kesimpulan, bahwa penempatan dana yang tepat akan membuat
"Uang bekerja untuk kita"
Kamis, 16 April 2009
Ruang ngobrol
Idenya aku dapet dari iklan (ih, pasif banget yak..) di yahoo mail.
biar telat asal cepat dan selamat....
jadi sekarang kita bisa ngobrol di Ruang Ngobrol...
yup, tapi apa aku harus instal YM untuk ngaktifin pingbox ya? soale aku biasa chat dari Ymail terus, belon pernah dari YM, karena belon install.
Senin, 07 Juli 2008
Sepeda listrik kami
mereknya Betrix type the Ice, warna Hijau. selain unit sepeda juga dapet, charger, helm, jas hujan ama buku manual.
Agak norak juga, baru datang aja, orang se gang pada dateng, kami jadi kayak orang planet aja hihihi...
rencanannya daripada beli motor baru buat nganter anak sekolah, menuru kami lebih mending beli sepeda listrik:
kalo dibandingin:
item Sepeda motor Sepeda listrik:
Pajak Rp. 154.000,- per tahun (smash) Rp. 0,-
Bensin/listrik Rp. 60.000,- per bulan (10l@6.000) Rp. 2.520,- per bulan (0.08kw x 7jam x Rp.300,- x 15hari)
ganti Oli Rp. 25.000,-per bulan Rp. 0,-
Service Rp. 20.000,- per 3bulan Rp. 0,-
itulah, makanya kami pilih sepeda listrik.
Akhirnya putri kami yg kedua lahir
Semoga putra-putra kami menjadi anak-anak yang sholeh solehah, serta taat pada orang tuanya(birul walidain), amin.
semoga Alloh memberikan rezeki yang berlimpah kepada kami sekeluarga, amiin.